Tips mencampur adonan cake


Teknik Mencampur Adonan Cake

Hai rekan Bakers! Ada banyak sekali cara mencampur adonan cake, bahkan terkadang kita sering bingung perbedaan masing-masing tekniknya. Teknik berbeda akan menghasilkan cake dengan tekstur berbeda walaupun terbuat dari bahan yang sama. Berikut ini adalah beberapa teknik dasar yang mungkin bisa memberikan sedikit pencerahan ya.

Mengaduk
Teknik dasarnya hanyalah mengaduk semua bahan menjadi satu hingga menjadi adonan homogen. Bisa dengan alat spatula biasa atau mikser dengan kecepatan rendah. Merupakan teknik yang paling mudah.

Umumnya adonan dengan teknik ini menggunakan minyak atau mentega/margarine yang dicairkan agar bahan mudah tercampur rata. Adonan menggunakan tambahan pengembang seperti baking powder atau baking soda, cenderung basah dan mengalir ketika dituangkan.
Hasil cake moist.
Contoh cake adalah cake wortel (carrot cake).

Mengocok (creaming)
Merupakan salah satu teknik dasar dalam membuat cake. Adonan dibuat dengan mengocok mentega dan gula hingga pucat warnanya dan mengembang. Telur kemudian ditambahkan satu persatu. Bahan kering seperti tepung terigu dan cairan seperti susu dimasukkan kemudian secara bergantian.

Cake dengan teknik ini memiliki tekstur kokoh tetapi lembut. Mudah diiris dan ditata berlapis, cocok juga dipanggang didalam loyang bundt.
Contoh cake adalah lemon cake

Busa (foam)
Cake yang dibuat dengan teknik ini memiliki tekstur sangat ringan, sangat lembut dan mengembang tinggi. Foam cake dihasilkan dengan mengocok putih telur dan gula hingga kaku, tanpa bahan pengembang. Cream of tartar sering ditambahkan agar hasil kocokan stabil, tidak mudah kempes.

Tepung kemudian dimasukkan bertahap dan diaduk lipat perlahan agar kocokan telur tidak kempes. Cake dengan teknik ini umumnya tidak menggunakan minyak atau lemak didalamnya karena itu umumnya terbuat dari putih telur tanpa kuning telur didalamnya.
Contoh cake adalah angel food cake.

Sponge
Cake yang terbuat dengan metode ini memiliki tekstur lembut, ringan, airy, dan lembut. Sedikit kempes ketika ditata berlapis. Rasanya tidak terlalu manis. Umumnya dibuat dengan mengocok kuning telur dan gula (atau telur dan gula) hingga menjadi adonan kental berjejak. Adonan berwarna kuning pucat dan ketika dijatuhkan akan meninggalkan jejak (ribbon stage). Tepung kemudian ditambahkan bertahap dan diaduk dengan teknik lipat secara perlahan agar adonan tidak kempes.

Cara lainnya adalah dengan mengocok putih telur secara terpisah dengan kuning telur hingga soft peak. Kuning telur kemudian dikocok bersama gula hingga mengembang, ditambahkan tepung dan diaduk,  baru kemudian putih telur dimasukkan kedalam adonan.
Contoh cake adalah cake chiffon pandan

#KreasiRicoman #tipsbaking

Posting Komentar

0 Komentar